Pengujian (Testing)
Pengujian
(Testing) adalah instrumen penting dalam pengembangan aplikasi web untuk
mendapatkan produk yang berkualitas.
Testing
adalah sebuah aktivitas untuk mengevaluasi kualitas dari sebuah produk dan
memperbaiki produk dengan mengidentifikasi masalahnya.
Error
adalah perbedaan antara nilai atau kondisi yang dihitung, diukur dengan
kenyataan, dan kebenaran teori (IEEE standard 610.12-1990). Kesalahan (Error)
terjadi jika hasil dari jalannya testing tidak sama dengan hasil yang
diharapkan.
Testing
tidak mengarah pada perbaikan kualitas walau error telah terdeteksi dan
dihilangkan. Sasaran utama testing adalah menemukan error daripada menampilkan
kekurangannya. Testing sendiri bisa dibilang berhasil jika error terdeteksi,
terutama mendapat tambahan informasi mengenai masalah dari aplikasi.
Testing
yang tidak menemukan kesalahan yaitu “waste of time” (Kaner et al. 1999).
Level Testing
1.
Unit
Test
merupakan unit terkecil seperti Classes, Web
Pages. Merupakan pengujian yang berdiri sendiri dan dilakukan selama
implementasi.
2.
Intergration
Test
mengevaluasi interaksi unit terintegrasi yang di
tes secara berbeda dan terpisah.
3.
System
Test
Merupakan testing yang komplit dan sistem yang
terintegrasi.
4.
Acceptance
Test
Menggunakan kondisi dan data real.
5.
Beta
Test
Merupakan tes yang informal (tanpa rencana) yang
mempercayakan kreativitas pengguna yang potensial.
Pengujian Situs Web
Pengujian
situs web dibagi menjadi 2 :
·
Pengujian
di Local Host
Sebelum mengupload situs web, dilakukan pengujian
di server lokal terlebih dulu.
·
Pengujian
di Internet
Dan setelah diupload dilakukan pengujian agar
memastikan bahwa web telah siap digunakan.
Pengujian di Local Host
1. Pengujian Usability
Parameter dari Usability :
·
Memudahkan
situs untuk dipelajari,
·
Mudah
di ingat,
·
Efisien
dalam penggunaan.
2. Pengujian Sistem Navigasi (Struktur)
Parameter dari Sistem Navigasi (Struktur) :
·
Apakah
navigasi situs web dapat mudah dipelajari,
·
Apakah
memungkinkan adanya feedback,
·
Apakah
navigasinya sudah konsisten.
Dapat juga dengan menguji adanya broken links dan
unreferences.
3. Pengujian Graphic Design (Desain Visual)
Parameter dari Graphic Design (Desain Visual) :
·
Apakah
text-nya dapat mudah dibaca,
·
Apakah
komposisi warna sudah konsisten,
·
Apakah
penggunaan format image-nya sudah benar.
4. Pengujian Content
Parameter dari Content:
·
Apakah
konten relevan dengan tujuan situs,
·
Apakah
konten memungkinkan sudah up-to-date,
·
Apakah
konten berguna dan bermanfaat.
5. Pengujian Compability
·
Apakah
kompatible dengan berbagai browser seperti Mozilla, Firefox, dan Internet
Explorer.
·
Apakah
dapat memberikan alternatif untuk browser yang tidak dapat melihat site.
·
Jika
menggunakan plug-in, apakah pengguna mudah men-download.
6. Pengujian Loading Time
Pengujian loading time, sebaiknya menggunakan
kecepatan akses terlambar agar dapat memastikan pengguna tersebut mau mengakses
situs.
7. Pengujian Functionality
Dilakukan dengan menguji fungsi yang ada pada
situs, apakah berjalan atau tidak. Jika tidak maka dapat dilakukan mengecekan
kode apakah sudah ditulis dengan benar.
8. Pengujian Accesibility
Memastikan situs web dapat diakses dengan baik
oelh pengguna, termasuk orang-orang cacat.
9. Pengujian Interactivity
Dasar interaktivitas adalah hyperlinks (link) dan
mekanisme feddback, pastikan bahwa keduanya dapat berfungsi dengan baik.
Pengujian di Internet
1.
Validasi
HTML dan XHTML
2.
Validasi
CSS (Cascading Style Sheet)
3.
Validasi
Accessibility
Spesifikasi Testing
1.
Menguji
struktur hypertext, pastikan halaman ter-link dengan benar (bukan merupakan
Broken Link).
2.
Web
aplikasi berisi komponen software yang berbeda, contoh web server, database,
middleware yang disediakan oleh berbagai vendor dengan berbagai teknologi yang
berbeda.
Pendekatan
Testing
1.
Pendekatan
Konvesional (Conventional Approaches)
·
Work
Result (quality plan, test strategy, test plan, test measurement, test
enviroment, test reports).
·
Rules
(test manager, test consultant, test specialist, tppl specialist).
2.
Agile
Approaches
·
Quality
Goal
·
Self
Organize of the Team untuk membuat software yang sesuai tujuan.
Conventional Approaches
Kegiatannya
meliputi :
1.
Planning
Meliputi tujuan, strategi testing umum, pengukuran
dan lingkungan testing.
2.
Preparing
Mencangkup pemilihan teknik dan spesifikasi test
case (termasuk test data).
3.
Performing
Menyiapkan infrastruktur testing, jalannya test
case dan dokumentasi hasil test.
4.
Reporting
Ringkasan dari hasil test dan membuat laporan.
Critical Path of Activities
Agile Approaches
Agile Approaches berasumsi bahwa team akan
menemukan solusi untuk masalah yang tidak terduga (reliance on
self-organization). Testing bukan sebuah aturan tapi kolaborasi penggunaan
terbaik dari kapabilitas yang ada dalam sebuah tim. Testing merupakah sebuah
pengembangan aktifitas yang terintegrasi.
Kegiatan Agile Approaches meliputi :
·
Pair
Programming
Akselerasi pertukaran pengetahuan antara
developer, developer-tester, secara umum antara tim. Software Inspections yang
membantu mendeteksi error lebih cepat.
·
An
on-site customer
Tersedia untuk pertanyaan yang memperhatikan
requirement setiap saat dan pengambilan keputusan.
·
Continuous
Integration
Memastikan bahwa langkah kecil dapat membantu
meminimalkan resiko dari perubahan melalui berbagai test untuk memverifikasi
kesalahan sistem.
·
Test-first
Development
Bahwa test dilakukan sebelum cooding, untuk
memastikan harus berpikir “What” sebelum mengimplementasikan “How”. Tes ini
otomatis, jadi dapat digunakan untuk kelanjutan integrasi.
Sumber
: Modul Semester 5 (Perancangan Web) – Pertemuan 5

Tidak ada komentar:
Posting Komentar